SUKABUMI – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produksi beras nasional. Salah satunya dengan menargetkan penanaman padi gogo seluas 320.000 hektare (ha) secara nasional di 2026 ini.
Untuk mendapatkan data yang valid, Kementan berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah menerjunkan tim ke Kabupaten Sukabumi melakukan percontohan poligonisasi lahan padi gogo. Kegiatan tersebut untuk mendapatkan data luas lahan yang aktual dan akurat sehingga dapat diperhitungkan ke dalam frame Kerangka Sampling Area Badan Pusat Statistik (KSA BPS).
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Kabupaten Sukabumi, Leli Nuryati mengatakan penanaman padi gogo merupakan kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Baca Juga: Ekspor Beras ke Arab Saudi: Biar Tekor Asal Kesohor
Menurutnya, kegiatan poligonisasi lahan padi gogo ini untuk mendapatkan akurasi luas lahan. “Luas lahan padi gogo yang ditanam secara rutin tiap tahun oleh petani perlu diperhitungkan dalam frame KSA secara proposional,” kata Leli saat kegiatan poligonisasi padi gogo di Desa Bojong Jenggol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/3/2026).
Leli menegaskan Kabupaten Sukabumi memiliki lahan padi gogo cukup luas, sehingga menjadi percontohan kegiatan poligonisasi untuk nantinya menjadi acuan dilakukan secara nasional. Di 2026, Kabupaten Sukabumi mendapatkan target penanaman padi gogo seluas 17.558 ha.
“Ini artinya, Kabupaten Sukabumi memiliki kontribusi 43,37% terhadap target Provinsi Jawa Barat yang sebesar 40.478 ha. Ini merupakan potensi untuk menambah produksi padi nasional khususnya di Kabupaten Sukabumi,” katanya.
Lebih lanjut Leli menyebutkan realisasi tanam padi gogo pada 2025 di Kabupaten Sukabumi tercatat 23.231,6 ha. Adapun penanaman padi gogo dilakukan mulai bulan September hingga Desember 2025 dengan umur tanaman sekitar 3 sampai 4 bulan. Dengan demikian, luas panen padi gogo akan tercatat di bulan Januari sampai April 2026.
Baca Juga: Paya Pinang Group Integrasikan Padi Gogo dengan Tanaman Sawit
“Oleh karena itu jika realisasi luas tanam padi gogo tersebut masuk ke dalam perhitungan luas panen KSA, maka produksi padi di Kabupaten Sukabumi juga akan meningkat,” terangnya.
Dengan rata-rata produktivitas padi gogo sekitar 2 ton per ha saja, kata Leli, maka produksi padi gogo Kabupaten Sukabumi dapat mencapai 46.000 ton di 2026. “Tentunya ini akan memberikan kontribusi kenaikan produksi padi di Kabupaten Sukabumi. Begitu pula di Jawa Barat dan nasional,” sambung Leli.
Leli berharap agar ke depannya dengan adanya kegiatan poligonisasi ini akan dioverlay dengan frame KSA yang digunakan BPS dalam menghitung produksi padi. Untuk itu, lokasi lahan padi gogo yang masuk dalam frame KSA dapat menambah sampel lahan di Sukabumi dan juga secara nasional.
“Dengan begitu, luas tanam yang tercatat dalam meningkatkan luas panen tercatat oleh KSA BPS. Artinya, luas panen di Sukabumi dan juga daerah lainnya akan lebih tinggi dibanding sebelumnya lahan padi gogo yang luasannya belum tercatat dalam KSA,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Nandang Sudrajat mengatakan poligonisasi padi gogo merupakan upaya untuk memasukkan produksi padi gogo ke dalam sampling KSA BPS. Dengan adanya poligonisasi ini, luas lahan dan panen hingga produksi padi gogo di Kabupaten Sukabumi dan secara nasional dapat dimasukkan dalam perhitungan produksi beras nasional.
Kabupaten Sukabumi ini merupakan daerah yang memiliki potensi lahan padi gogo yang sangat luas, potensinya ada sekitar 37.000 ha. Hal ini yang menjadikan Kabupaten Sukabumi sebagai percontohan kegiatan poligonisasi ini untuk diterapkan ke semua daerah di Indonesia.
“Harapannya potensi lahan padi gogo ini dapat digarap secara optimal oleh daerah. Kementerian Pertanian akan mendukung dan memfasilitisi penuh. Misalnya bibit, pupuk, alat mesin pertanian dan juga harganya agar memberikan keuntungan bagi petani,” pinta Nandang.
Baca Juga: Tanpa Lahan Baru, Sawit Punya 1 Juta Ha Lahan Tanaman Pangan
Ketua Kelompok Hidup Baru, Desa Bojong Jengkol, Jampang Tengah, Sukabumi, Ujang Sofyan Syarif mengaku senang dengan penanaman padi gogo yang menjadi program prioritas Kementan saat ini. Penanaman padi gogo saat ini masih bersifat musiman yakni setahun sekali dengan produksinya 3 sampai 4 ton per ha.
“Oleh karena itu dengan hadirnya program ini dapat memberikan semangat bagi petani untuk konsisten menanamnya setiap tahun. Kami yakin bisa tanam dua kali setahun. Asalkan didukung oleh pemerintah. Saat ini pemerintah memang terus memberikan bantuan benih dan pupuk juga pendampingan penyuluh yang sangat bagus,” ucapnya.
Ujang berharap pemerintah dapat memberikan bantuan alat mesin pertanian karena pengolahan lahan saat ini sudah modern. Pihaknya membutuhkan bantuan cultivator kecil. “Ini sangat membantu petani untuk mengolah lahan yang konturnya berlereng,” kata Ujang.
Kegiatan poligonisasi di Kabupaten Sukabumi ini dilakukan mulai tanggal 11 hingga 13 Maret 2026. Poligonisasi dilakukan di 11 kecamatan yakni Kecamatan Waluran, Cisolok, Kabandungan, Cikidang, Cidadap, Jampang Tengah, Simpenan, Jampangkulon, Warungkiara, Nyalindung dan Kecamatan Ciracap. Poligonisasi menggunakan drone, aplikasi ArcGis Field Map dan pengisian kuesioner identifikasi padi gogo. (SBM)

