JAKARTA – Salah satu tantangan besar petani di musim hujan adalah keong mas. Hama ini tidak bisa dianggap sepele kalau tidak ingin gagal panen. Dalam berbagai kajian budidaya padi, keong mas merusak tanaman hingga 50–95 persen pada fase awal pertumbuhan, terutama saat padi berumur di bawah 21 hari. Bahkan pada kondisi serangan berat, bibit padi yang baru ditanam bisa habis dalam waktu kurang dari dua hari. Genangan air di musim hujan menjadi lingkungan ideal bagi keong mas berkembang biak. Jika tidak dikendalikan sejak awal, populasi keong mas dapat meningkat cepat dan menyapu bersih tanaman muda dalam satu petakan. Antisipasi sejak…
Author: Redaksi
JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran Rp 336 miliar untuk mempercepat rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Anggaran ini untuk memulihkan sawah dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang agar dapat segera kembali berproduksi dan menjaga pasokan pangan daerah. Program ini merupakan tindak lanjut groundbreaking rehabilitasi serentak pada 15 Januari 2026. Percepatan rehabilitasi menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Baca Juga: Sawah, Warisan, dan Ketakutan: Memahami Petani Lewat Ekonomi Perilaku Langkah ini tetap dijalankan meskipun berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan Januari hingga Maret 2026 masih…
MEDAN – Pengamat Ekonomi Pertanian Diana Chalil menegaskan, budidaya tanaman kelapa sawit pada lahan yang tepat akan menjadi kunci pemulihan ekonomi pasca bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dibandingkan komoditas lainnya, perkebunan sawit memberikan multiplier effect positif yang lebih besar baik secara sosial, ekonomi, maupun lingkungan. “Manfaat lingkungan tidak (selalu) lagi trade-off dengan manfaat ekonomi. Kita belajar pasca bencana tsunami di Aceh tahun 2004, sawit menjadi preferensi petani karena menguntungkan. Perkebunan sawit rakyat banyak dari konversi komoditi lain,” kata Diana Chalil, Selasa (10/2/2026). Diana yang juga peneliti pada Consortium Studies on Smallholder Palm Oil (CSPO) mengatakan, baik secara…
MEDAN – Menanam tanaman yang tidak sesuai dengan karakter dan kebutuhan tanah berpotensi memicu bencana. Hal ini disampaikan oleh Prof Dr Ir Abdul Rauf, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), dalam diskusi Dialektika Sawit Indonesia di Kampus USU Medan pada Selasa (10/2/2026). Guru besar yang menjadi saksi ahli dalam terjadinya bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir tahun 2025 ini punya pandangan menarik berdasarkan temuan di lapangan. Bencana bisa terjadi akibat tata kelola lahan yang tidak memperhatikan aspek ekofisiologi tanaman. Risiko kerusakan lingkungan akibat perubahan iklim bisa diminimalisir jika…
MEDAN – Perubahan iklim menjadi pemicu meningkatnya frekuensi bencana alam dalam beberapa tahun terkahir. Termasuk bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada penghujung tahun 2025 di Pulau Sumatra. “Bencana alam yang terjadi akhir tahun lalu di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat disebabkan iklim dunia yang terus memanas serta adanya siklon tropis di sekitar Sumatra,” kata Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, Deputi Bidang Klimatologi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Penegasan ini disampaikan Dr Ardhasena saat menjadi pembicara pada Diskusi Ilmiah bertajuk “Dialektika Sawit Indonesia: Perubahan Iklim Global Sebagai Pemicu Bencana di Sumatra” di Kampus USU (Universitas Sumatra Utara) Medan,…
MEDAN – Isu perubahan iklim global telah menjadi fakta ilmiah yang tidak terbantahkan. Perubahan pola curah hujan, peningkatan intensitas cuaca ckstrem, serta dinamika sistem iklim regional telah meningkatkan risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatera. Mengantisipasi risiko meningkatnya potensi terjadi bencana ke depan, perlu pendekatan kolaboratif di antara semua pemangku kepentingan: pemerintah, akademisi, masyarakat, dan pengusaha. “Kita harus dapat merumuskan pendekatan kolaboratif antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana. Perguruan tinggi perlu mengedepankan pendekatan evidence-based policy, di mana setiap rekomendasi didasarkan pada riset yang kuat, data empiris, dan analisis multidisipliner. Tidak hanya yang tampak di…
BOGOR – Satu inovasi lahir kembali dari kampus IPB University. Kali ini inovasi alat angkut tandan buah segar (TBS) sawit. Pengembangan alat dan mesin pertanian (alsintan) ini dilakukan oleh Prof Desrial, Pakar Teknik Mesin Pertanian IPB University, yang berhasil menciptakan sejumlah alsintan yang disesuaikan dengan karakteristik lokasi Indonesia. Untuk di perkebunan sawit, ia merancang kendaraan transporter tandan buah segar (TBS) yang dinamai Fastrex. Alat ini disiapkan secara khusus untuk kondisi perkebunan sawit Indonesia yang memiliki kontur lahan dan karakter tanah beragam. “Fastrex terbukti mampu meningkatkan efisiensi transportasi hasil panen, mengurangi beban kerja manual pekerja, serta meningkatkan produktivitas perkebunan, dengan kinerja…
SEMARANG – Ini adalah buah dari keberanian mengambil keputusan. Termasuk keputusan menekuni pertanian yang belum banyak disentuh generasi milenial. Dia adalah Shofyan Adi Cahyono, lulusan Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) Uversitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Ia berhasil membangun karier sebagai petani milenial yang diawali dari partisipasinya dalam usaha pertanian keluarga sejak 2016. Shofyan memang tertarik dengan dunia pertanian. Selama kuliah, dia gali semua pengetahuan dari dosennya. Pengetahuan yang diperolehnya itu juga dibagikan kepada para petani di daerahnya agar dapat memberikan manfaat dan mendorong pengembangan usaha. “Senang rasanya bisa berbagi dengan petani lainnya,” kata Shofyan peraih penghargaan Young…
JAKARTA – Ini mungkin jarang terdengar: Hari Lahan Basah Sedunia. Diperingati setiap tahun sejak 1971 setiap tanggal 2 Ferbuari. Tahun ini, Hari Lahan Basah Sedunia mengangkat tema Wetlands and Traditional Knowledge: Celebrating Cultural Heritage atau Lahan Basah dan Pengetahuan Tradisional: Merayakan Warisan Budaya. Wetland International mengajukan tema ini sebagai upaya menyoroti peran abadi pengetahuan tradisional dalam menjaga ekosistem lahan basah dan melestarikan identitas budaya. Lahan basah merupakan jantung kesejahteraan manusia dan planet, sangat terkait dengan solusi untung hilangnya kanekaragaman hayati, aksi iklim, dan ketahanan air, serta menjaga keseimbangan yang rapuh antara manusia, alam dan masa depan bersama. Hari Lahan Basah…
LOMBOK UTARA — Perum BULOG mengoptimalkan penyerapan gabah petani di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) seiring dengan pelaksanaan panen raya di daerah ini. Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan serapan gabah dalam mendukung target nasional 4 juta ton setara beras pada 2026. NTB merupakan salah satu wilayah sentra produksi padi nasional dengan potensi pertanian yang besar. Pada musim tanam 2026, luas panen padi di NTB diperkirakan mencapai ratusan ribu hektare, dengan estimasi produksi gabah yang berpotensi menyumbang jutaan ton gabah kering panen (GKP). Potensi tersebut menjadi landasan kuat bagi BULOG untuk mengoptimalkan penyerapan gabah petani secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.…
