JAKARTA – Danantara Indonesia melakukan perombakan direksi PT Agrinas Palma Nusantara. Mantan Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani dipercaya menjadi Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia.
Sebagaimana dikutip dari Media Perkebunan, penetapan jajaran direksi ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan manajemen perusahaan guna mendukung pengembangan bisnis dan tata kelola perusahaan di sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit.
Baca Juga: Pada Tahun Pertama, Agrinas Catatkan Laba Rp 1,6 Triliun
Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Abdul Ghani memiliki rekam jejak panjang di industri perkebunan nasional. Ia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan telah lama berkecimpung dalam pengelolaan perusahaan perkebunan milik negara.
Selain Abdul Ghani, sejumlah nama lain juga dipercaya mengisi posisi direksi di perusahaan tersebut. Sucipto Prayitno ditunjuk sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, sementara Nurhidayat mengemban tugas sebagai Direktur Bisnis.
Adapun posisi strategis lainnya diisi oleh Nofil Anoverta sebagai Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan, Tuhu Bangun sebagai Direktur Operasional, I Nyoman Suparta sebagai Direktur Hukum, serta Seger Budiardjo yang menjabat Direktur Kemitraan dan Plasma.
Dengan terbentuknya struktur direksi baru tersebut, Agrinas Palma Nusantara diharapkan mampu memperkuat pengelolaan perusahaan sekaligus mempercepat pengembangan bisnis perkebunan nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Berikut susunan terbaru Direksi PT Agrinas Palma Nusantara
Direktur Utama
Mohammad Abdul Ghani
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko
Sucipto Prayitno
Direktur Bisnis
Nurhidayat
Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan
Nofil Anoverta
Direktur Operasional
Tuhu Bangun
Direktur Hukum
I Nyoman Suparta
Direktur Kemitraan dan Plasma
Seger Budiardjo
Dengan susunan direksi tersebut, PT Agrinas Palma Nusantara diharapkan dapat memperkuat tata kelola perusahaan serta mendorong kinerja bisnis yang lebih optimal di sektor perkebunan kelapa sawit. (EFS)
