LOMBOK UTARA — Perum BULOG mengoptimalkan penyerapan gabah petani di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) seiring dengan pelaksanaan panen raya di daerah ini. Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan serapan gabah dalam mendukung target nasional 4 juta ton setara beras pada 2026.
NTB merupakan salah satu wilayah sentra produksi padi nasional dengan potensi pertanian yang besar. Pada musim tanam 2026, luas panen padi di NTB diperkirakan mencapai ratusan ribu hektare, dengan estimasi produksi gabah yang berpotensi menyumbang jutaan ton gabah kering panen (GKP). Potensi tersebut menjadi landasan kuat bagi BULOG untuk mengoptimalkan penyerapan gabah petani secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani yang hadir pada acara ini menyampaikan bahwa BULOG tidak hanya menjalankan fungsi penyerapan gabah, tetapi juga memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan, serta menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian nasional.
Baca Juga: BULOG-TNI AD Perkuat Sinergi untuk Percepatan Penyerapan Gabah dan Beras
“Sebagai BUMN pangan, BULOG hadir untuk memastikan hasil panen petani terserap secara optimal. NTB memiliki peran strategis sebagai dalam peta pangan nasional, dan BULOG siap mendukung penuh melalui serapan gabah yang masif, penguatan infrastruktur pergudangan, serta distribusi yang terintegrasi,” tegas Direktur Utama Perum BULOG.
Gubernur NTB yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB, Eva Dewiyanti menegaskan ketahanan pangan merupakan pilar utama pembangunan daerah, tidak hanya untuk menjamin ketersediaan pangan, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan sosial dan menurunkan kemiskinan ekstrem.
“NTB memiliki potensi besar dalam meningkatkan ketahanan pangan. Fokus kami adalah memastikan hasil pertanian petani terserap dengan baik, sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan mendukung terwujudnya kembali swasembada pangan nasional,” ujar Eva Dewiyanti.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga kabupaten/kota, dengan dukungan BULOG sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Lebih lanjut, BULOG terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, serta semua pihak terkait guna memastikan proses serapan gabah berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan kepastian bagi petani. (SBM)
