LAMONGAN – PT JAPFA Comfeed Indonesia, Tbk menyelenggarakan sosialisasi peningkatan kesehatan dan status gizi siswa sekolah melalui pemberian protein hewani dan edukasi pola hidup sehat di Sekolah Dasar Kemantren, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan delapan sekolah, 150 orang guru dan lebih dari 1.100 siswa. Sosialisasi ini menjadi bagian dari program JAPFA for Kids yang telah berlangsung selama 18 tahun di berbagai daerah di Indonesia.
“JAPFA for Kids merupakan bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia,” kata Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya di Lamongan, Rabu (20/5/2026). Program JAPFA for Kids telah bertransformasi menjadi Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan perusahaan di bidang agribisnis ini karena berdampak nyata terhadap perbaikan gizi anak sekolah.
Dalam menjalankan program ini, JAPFA tidak hanya berfokus pada pemberian protein hewani melalui pembagian telur bagi anak yang mengalami malagizi. Selain itu, edukasi melalui pelatihan juga diberikan kepada para guru dan orang tua siswa supaya anak-anak mendapatkan asupan gizi yang seimbang. JAPFA for Kids juga bertujuan mendukung kualitas kesehatan anak Indonesia, Asia Tenggara, dan Kepulauan Pasifik.
Menuut Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, JAPFA for Kids dirancang secara terintegrasi agar dampaknya dapat terukur secara berkelanjutan. Oleh karena itu, JAPFA for Kids mencakup sejumlah program seperti Program Makanan Gizi Seimbang, 1 Hari 1 Telur atau One Day One Egg, Kantin Sehat, Praktik PHBS di Sekolah, Tata Kelola Sekolah Berbasis 5S, Sabtu Sehat, dan Senam Bersama serta Aktivitas Fisik Tambahan. Program ini diterapkan di sekolah-sekolah binaan di seluruh Indonesia.
Untuk meningkatkan gizi anak, JAPFA menggunakan indikator Indeks Masa Tubuh menurut Umur (IMT/U) sebagai parameter awal status gizi anak. Data awal yang diperoleh divalidasi untuk menghindari kekeliruan. Berdasarkan data yang valid, guru dan orang tua dilibatkan dalam implementasi program pemenuhan gizi. Siswa yang mengalami kurang gizi atau gizi buruk akan diintervensi dengan asupan telur setiap hari selama enam bulan. “Setiap anak akan dipantau perkembangannya secara berkala,” katanya.
JAPFA memberikan kebebasan kepada anak untuk mengolah telur yang diterima. Metode ini dipilih untuk menghindari rasa bosan karena mereka harus mengkonsumsi telur setiap hari. Cara ini juga menjadi bagian dari keterlibatan orang tua karena harus mengolah telur yang diterima oleh anaknya. “Kami senang anak-anak mendapatkan telur karena sumber protein anak-anak selama ini lebih banyak dari ikan,” kata Kepala SD Kemantren, Musri.
Retno Artsanti mengatakan gizi anak merupakan masalah bersama. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 11% anak usia 5-12 tahun masih masuk kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator IMT/U. Melalui JAPFA for Kids, perusahaan agribisnis ini mengambil inisiatif meningkatkan status gizi anak dengan cara memenuhi asupan gizi yang seimbang dan membangun kebiasaah pola hidup sehat. Program ini cukup memberikan dampak positif bagi siswa.
Berdasarkan data JAPFA, pada 2025 sebanyak 646 dari 1.034 siswa mengalami gizi kurang dan gizi buruk. Setelah mengikuti program JAPFA for Kids, sebanyak 62,5% siswa mengalami peningkatkan gizi. Sedangkan pada 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa atau sekitar 51,5 persen juga mengalami peningkatan status gizi menjadi lebih baik.”Program ini dirancang agar dampaknya terukur secara konsisten, termasuk melalui monitoring berkala terhadap perkembangan status gizi siswa,” ujar Retno.
Sejak digulirkan pertama kali pada 2008, JAPFA for Kids telah meningkatkan status gizi lebih dari 201.000 anak di seluruh Indonesia. Untuk tahun 2025, program ini telah menjangkau 201.056 siswa, 13.541 guru, dan 1.214 sekolah di 105 kabupaten/kota serta 28 provinsi di Indonesia sampai tahun 2025. Jumlah siswa, guru, dan orang tua yang terjangkau program ini akan semakin banyak.
Retno mengatakan setelah kegiatan di Lamongan, kegiatan serupa akan berlangsung di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung dan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Wilayah lainnya yang menjadi daerah tempat implementasi JAPFA for Kids antara lain Padang Pariaman, Bogor, Tegal, Karanganyar, hingga Maluku Utara. (AFS)
